Program Kartu Prakerja sebagai Modal Sosial dalam Mendorong Mobilitas Vertikal Pekerja Informal
DOI:
https://doi.org/10.59066/jspk.v3i1.2885Keywords:
Kartu Prakerja, Kesenjangan Digital, Mobilitas Vertikal, Modal Sosial, Pekerja InformalAbstract
Di Indonesia, pekerja informal memegang dominasi dalam struktur perekonomian karena jumlahnya yang besar. Sektor ini umumnya menjadi ruang penyerapan bagi kelompok tenaga kerja dengan keterbatasan akses terhadap pekerjaan formal yang stabil. Pandemi COVID-19 yang terjadi pada tahun 2020, memperparah ketimpangan karena kelompok bawah lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar. Sebagai respons terhadap masalah tersebut, pemerintah meluncurkan Program Kartu Prakerja untuk memberikan pengembangan kompetensi kerja. Meskipun demikian, efektivitas program ini dalam menciptakan mobilitas vertikal masih menjadi perdebatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana program dapat digunakan sebagai bentuk modal sosial yang mampu memperkuat potensi mobilitas vertikal dari perspektif pekerja informal, lewat pelatihan pendidikan informal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara mendalam terhadap pekerja informal yang menjadi penerima manfaat kartu Prakerja. Hasil penelitian mengorfirmasi bahwa Program Kartu Prakerja belum optimal sebagai modal sosial pendorong mobilitas vertikal pekerja informal akibat hambatan struktural digitalisasi dan minimnya pendampingan lanjutan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Sosiologi Pendidikan Kolaboratif

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










