Perlindungan Hukum Personal Guarantor dalam Kepailitan Debitor Utama
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini menganalisis kedudukan dan perlindungan hukum penanggung (personal guarantor) setelah Debitor utama dinyatakan pailit menurut hukum Indonesia. Analisis membedakan sifat aksesoir dan subsidair penanggungan, pengecualian terhadap hak mendahulukan eksekusi berdasarkan Pasal 1831–1832 KUHPerdata, khususnya Pasal 1832 angka 4 ketika Debitor utama berada dalam keadaan pailit, serta kemungkinan penanggung berkualifikasi sebagai “Debitor” untuk tujuan kepailitan. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Putusan dipilih karena secara eksplisit berkaitan dengan personal guarantee serta menunjukkan hasil yudisial yang berbeda atau dasar fakta yang secara material tidak sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pailitnya Debitor utama menghilangkan hak penanggung untuk menuntut agar harta Debitor utama dieksekusi lebih dahulu berdasarkan Pasal 1832 angka 4, tanpa mensyaratkan adanya pelepasan hak secara kontraktual. Konsekuensi tersebut tidak otomatis mengubah setiap penanggungan menjadi kewajiban independen dan tidak menghapus batas jaminan, tangkisan, hak regres, maupun subrogasi. Penanggung dapat berkualifikasi sebagai Debitor dalam hukum kepailitan hanya apabila kewajiban pembayarannya sendiri telah jatuh waktu dan dapat ditagih serta syarat kepailitan terbukti. Penelitian menawarkan model perlindungan tiga tahap yang meliputi pembentukan, penegakan, dan pascapembayaran, dengan pemisahan tegas antara hukum positif dan usulan pengujian proporsionalitas serta insolvency test sebagai pembaruan hukum.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Ahsan, A., Sriwidodo, J., & Candra, M. (2024). Kapasitas penjamin perorangan dalam sengketa kepailitan. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 3(1), 26–36. https://doi.org/10.55681/sentri.v3i1.2117
Anggraeni, R. D., Imanuddin, I., & Purmanto, P. (2023). The debtor’s liability for the loading of personal security in Indonesia. Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan, 11(1), 17–30. https://doi.org/10.29303/ius.v11i1.1180
Aprita, S., Astuti, D. S., Sarah, S., Larasari, L., & Harin, D. P. (2023). Analisis jaminan perorangan (personal guarantor) dalam perkara kepailitan ditinjau dari perspektif hukum dan hak asasi manusia. Justicia Sains: Jurnal Ilmu Hukum, 8(1), 54–66. https://doi.org/10.24967/jcs.v8i1.2375
Damanik, M. P., Sunarmi, S., Siregar, M., & Harianto, D. (2024). Pelindungan hukum terhadap personal guarantee yang melepaskan hak istimewa dalam perkara kepailitan. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik, 4(5), 1666–1677. https://doi.org/10.38035/jihhp.v4i5.2391
De Sangkai, T. (2022). Kepailitan terhadap ahli waris penanggung yang perjanjian penanggungannya tanpa persetujuan istri penanggung. Jurist-Diction, 5(6), 2341–2358. https://doi.org/10.20473/jd.v5i6.40132
Firmansyah, H., & Adjie, H. (2025). Collateral guarantor liability for debts of debtors in bankruptcy. Sosioedukasi: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan dan Sosial, 14(1), 145–153. https://doi.org/10.36526/sosioedukasi.v14i1.5248
Imasepti, K., & Mahmudah, S. (2024). Legal protection in the implementation of personal guarantees in Indonesia. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding, 11(5), 425–431. https://doi.org/10.18415/ijmmu.v11i5.5787
Jovanka, T. G., Nasseri, J., & Rohman, H. (2023). Kepastian hukum eksekusi jaminan perorangan atas penyelesaian kredit macet bank melalui perangkat kepailitan. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(11), 4603–4613. https://doi.org/10.55681/sentri.v2i11.1770
Pakpahan, D. M. A., & Harahap, M. Y. (2025). Legal protection for personal guarantee agreements in bankruptcy cases. Legal Brief, 14(2), 365–372. https://doi.org/10.35335/legal.v14i2.1316
Ramadhania, L. M. (2023). A dualistic concept of personal guarantee responsibility and its relevancy with Law Number 37 of 2004 concerning bankruptcy and suspension of debt payment obligation. Legal Brief, 12(1), 22–35. https://doi.org/10.35335/legal.v12i1.751
Septiani, I., Manullang, F. M., & Dharsana, I. M. P. (2024). Kepastian hukum perjanjian penanggungan pribadi (borgtocht) secara di bawah tangan terkait harta bersama perkawinan (Studi Putusan Pengadilan Tinggi Samarinda Nomor 173/PDT/2020/PT SMR). Indonesian Notary, 5(2), Article 3. https://doi.org/10.21143/notary.vol5.no2.39
Shubhan, M. H. (2020). Legal protection of solvent companies from bankruptcy abuse in Indonesian legal system. Academic Journal of Interdisciplinary Studies, 9(2), 142–148. https://doi.org/10.36941/ajis-2020-0031
Subagyono, B. S. A., Fahamsyah, E., Sururi, H., & Amaliyah. (2025). Contemporary Islamic economic law on legal protection for bankrupt guarantors: Comparative insights from common law and Asian jurisdictions. MILRev: Metro Islamic Law Review, 4(2), 1449–1470. https://doi.org/10.32332/milrev.v4i2.11897
Suhandoro, U., Ismail, & Iryani, D. (2026). Perlindungan hukum terhadap batasan tanggungjawab penanggung (borgtocht) dalam perkara kepailitan dan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) terhadap kewajiban utang debitor. Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syari’ah, 7(3). https://doi.org/10.24252/iqtishaduna.v7i3.67729
Syahfitri, I., Joesoef, I. E., & Sakti, M. (2024). The execution of personal guarantees on working capital loans in bankruptcy cases. International Journal of Law and Society, 1(4), 181–191. https://doi.org/10.62951/ijls.v1i4.186
Syahid, A. F. N., & Yunanto, Y. (2023). Personal guarantee responsibility for debtors who default on banking credit. Jurnal Daulat Hukum, 6(4), 330–338. https://doi.org/10.30659/jdh.v6i4.34553
Tondy, C. J., Yuhelson, Y., & Maryano, M. (2020). Eksistensi personal guarantee dalam hal kepailitan debitor. Jurnal Nuansa Kenotariatan, 6(1), 13–22. https://doi.org/10.31479/jnk.v6i1.189
Tuwan, F. S., & Gunadi, A. (2024). Eksekusi jaminan personal guarantee atas kredit macet di Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik, 5(1), 736–745. https://doi.org/10.38035/jihhp.v5i1.3166
Utami, W. R., Apriani, R., & Zubaedah, R. (2022). Aspek hukum terhadap tanggung jawab jaminan perorangan yang dinyatakan pailit. Justitia: Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora, 9(3), 1129–1136. https://doi.org/10.31604/justitia.v9i3.1129-1136
Wibowo, W. A., Istinah, S. R. D., & Maerani, I. A. (2022). The legal position of insurance agreement (borgtocht) as a form of credit bindings. Sultan Agung Notary Law Review, 4(2), 396–408. https://doi.org/10.30659/sanlar.4.2.396-408
Pengadilan Negeri Binjai. (n.d.). Kitab Undang-Undang Hukum Perdata [Burgerlijk Wetboek]. https://pn-binjai.go.id/images/file/kolonial_kuh_perdata_fix.pdf
Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. https://peraturan.bpk.go.id/Details/40784
Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan. https://peraturan.bpk.go.id/Details/240203/uu-no-4-tahun-2023
Republik Indonesia. (2026). Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan. https://peraturan.bpk.go.id/Details/350166/uu-no-4-tahun-2026
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (1997). Putusan Nomor 922 K/Pdt/1995, Citibank N.A., et al., 31 Oktober 1997. https://putusan3.mahkamahagung.go.id/search.html?q=guarantor
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2010). Putusan Nomor 868 K/Pdt.Sus/2010, Standard Chartered Bank v. Tundjung Rachmanto Setyawan. https://putusan3.mahkamahagung.go.id/direktori/putusan/6db96062d5b5f54187f5817a018559a5.html
Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. (2015). Putusan Nomor 49/PDT.SUS/PAILIT/2014/PN.NIAGA.JKT.PST, PT Bank Mayapada Internasional Tbk v. Arifin, 29 Januari 2015. https://putusan3.mahkamahagung.go.id/direktori/putusan/584723a49f8a2adaff668cd0ae57cf8d.html
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2015). Putusan Nomor 212 K/Pdt.Sus-Pailit/2015, Arifin v. PT Bank Mayapada Internasional Tbk, 1 April 2015. https://putusan3.mahkamahagung.go.id/direktori/putusan/8fa8cfc86626067e40922eabd7758e15.html
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2017). Putusan Nomor 141 PK/Pdt.Sus/Pailit/2016, Arifin v. PT Bank Mayapada Internasional Tbk, 10 Januari 2017. https://putusan3.mahkamahagung.go.id/direktori/putusan/7b0ad36d7df92cb959b77ac55ba26ece.html
Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. (2020). Putusan Nomor 6/Pdt.Sus-Pailit/2020/PN Niaga Jkt.Pst, PT Bank CIMB Niaga Tbk v. Chandra Yahya, 15 Mei 2020. https://putusan3.mahkamahagung.go.id/direktori/putusan/95b8adc84b701c3de7cc8c359f8cc5f0.html