Dilema Perlindungan Anak dan Penegakan Hukum dalam Kasus Pencurian dengan Kekerasan oleh Anak di Kota Jambi

Main Article Content

Hamdani Padli
Ardian Kurniawan
Syamsu Hadi
Zulqarnain
Nova Bela Dhyta

Abstract

Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mendorong keterlibatan anak, mengidentifikasi hambatan dalam penerapan diversi, serta merumuskan alternatif kebijakan yang seimbang. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara dengan aparat penegak hukum, pelaku anak, dan pihak terkait lainnya, serta didukung oleh dokumen hukum, putusan pengadilan, dan laporan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan anak dalam tindak pidana begal di Kota Jambi didominasi oleh anak yang berasal dari keluarga rentan, mengalami putus sekolah, dan terpengaruh oleh kelompok sebaya yang menormalisasi kekerasan sebagai bagian dari identitas sosial perkotaan. Temuan lapangan juga menunjukkan bahwa sebagian besar aksi begal dilakukan secara berkelompok melalui jaringan pertemanan yang terbentuk di lingkungan dengan pengawasan keluarga yang lemah. Kendala penerapan diversi tidak hanya berasal dari pembatasan normatif dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak, tetapi juga dari kuatnya tuntutan masyarakat Kota Jambi terhadap penindakan represif terhadap pelaku begal. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pendekatan restorative justice yang dimodifikasi dengan melibatkan keluarga, komunitas lokal, dan lembaga sosial guna mewujudkan sistem peradilan anak yang lebih seimbang, humanis, dan kontekstual.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Hamdani Padli, Ardian Kurniawan, Syamsu Hadi, Zulqarnain, & Nova Bela Dhyta. (2026). Dilema Perlindungan Anak dan Penegakan Hukum dalam Kasus Pencurian dengan Kekerasan oleh Anak di Kota Jambi. Journal Evidence Of Law, 5(2), 871–882. https://doi.org/10.59066/jel.v5i2.2687
Section
Articles

References

Adawiyah, R., Harahap, A. P., Sasnifa, P., & Mukhlisa, D. (2025). SEXUAL VIOLENCE AGAINST CHILDREN: Prevention Efforts in Jambi. Al-Risalah: Forum Kajian Hukum Dan Sosial Kemasyarakatan, 25(2). https://doi.org/10.30631/alrisalah.v25i2.1495

Adebobola Omowon, & Alaba Samson Kunlere. (2024). Restorative justice practices: Bridging the gap between offenders and victims effectively. World Journal of Advanced Research and Reviews, 24(3). https://doi.org/10.30574/wjarr.2024.24.3.3978

Annas, G. K. (2018). Perlindungan Hukum Terhadap Anak. Al-Mazaahib: Jurnal Perbandingan Hukum, 6(2). https://doi.org/10.14421/al-mazaahib.v6i2.1483

Ashworth, A. (2015). Sentencing and Criminal Justice, 6th ed. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415270

Banakar, R., Travers, M., Hunter, R., & Nelken, D. (2005). Theory and Method in Socio-legal Research. In Part of Series Oñati International Series in Law and Society (Uk ed.). Hart Publishing.

Braithwaite, J. (2002). Restorative Justice & Responsive Regulation (Studies in Crime and Public Policy). Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/oso/9780195136395.001.0001

Duff, R. A. (2023). Punishment, Communication, and Community. In Punishment, Communication, and Community. https://doi.org/10.1093/oso/9780195104295.003.0003

Farrington, D. P. (2007). Childhood risk factors and risk-focussed prevention. The Oxford Handbook of Criminology.

Gani, R. A., Habi, N. F., Kurniawan, A., & Fa, F. (2022). Penegakan Hukum Terhadap Kejahatan Begal Bersenjata (Studi Kasus Di Kepolisisan Sektor Telanaipura Kota Jambi). Jurnal Ilmu Syariah Dan Hukum (JISYAKU), 1(2). https://doi.org/10.23971/jisyaku.v1i2.4709

Goldson, B., & Muncie, J. (2014). Youth Crime and Juvenile Justice. Sage Publications.

Habi, N. F., Adawiyah, R., Harun, H., & Kurniawan, A. (2024). Prioritizing Restorative Justice in the Settlement of the Sumbang Besak Adultery Case in Babeko Village, Jambi. El-Mashlahah, 14(2), 343–360. https://doi.org/10.23971/el-mashlahah.v14i2.8030

Hambali, A. R. (2019). Penerapan Diversi Terhadap Anak Yang Berhadapan Dengan Hukum Dalam Sistem Peradilan Pidana (Diversions for Children in Conflict with The Laws in The Criminal Justice System). Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum, 13(1).

Hirschi, T. (2017). Causes of delinquency. Transaction Publishers. https://doi.org/10.4324/9781315081649

JASTRZĘBSKA, K. (2019). Resocialization in crisis? – Review of the book Juvenile Delinquency: Theory, Practice and Law, 13th Edition by Larry J. Siegel and Brandon C. Welsh. Papers of Social Pedagogy, 12(2). https://doi.org/10.5604/01.3001.0013.5891

Kurniawan, A., K., H., Hadi, S., Harahap, A. P., & Burhanuddin. (2025). Recolonizing Formal Restorative Justice: A Socio-Legal Critique of Indonesia’s Shift from Customary Justice to State Law. Diponegoro Law Review, 10(2), 294–309. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/dilrev.10.2.2025

Kurniawan, A., Marwendi, R. O., Yusuf, M., Aiman, M., & Tauvani, A. Y. (2024). Diskursus Kampung Restorative Justice dan Eksistensi Peradilan Adat di Provinsi Jambi. Jurnal Ius Civile (RefleksiPenegakan Hukum Dan Keadilan), 8(1), 57–70. https://doi.org/https://doi.org/10.35308/jic.v8i1.9146

Merton, R. K. (2017). Social structure and anomie. In Gangs. https://doi.org/10.4324/9781351157803-1

Moyle, P., & Tauri, J. M. (2016). Māori, Family Group Conferencing and the Mystifications of Restorative Justice. Victims and Offenders, 11(1). https://doi.org/10.1080/15564886.2015.1135496

Najemi, A., & Fathoni, M. K. (2026). The Concept of Substantive Justice in Islamic Criminal Adjudication: A Doctrinal Analysis. Decisio: Journal of Judicial Law and Procedure, 1(1), 14–28. https://doi.org/https://doi.org/10.66882/decisio.v1i1.39

Nur Khumaeroh, I. (2023). Kebijakan Hukum Pidana Terhadap Perkembangan Tindak Pidana Kekerasan Seksual yang Bertujuan Menciptakan Keadilan Gender. Jurnal Hukum Indonesia, 2(2). https://doi.org/10.58344/jhi.v2i2.14

Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2015 tentang Pedoman Pelaksanaan Diversi dan Penanganan Anak yang Belum Berumur 12 (dua belas) Tahun.

Prawira, I. A., & Saputri, V. (2026). Legal Politics of Law Number 1 of 2023: Toward a Just and Civilized National Criminal Justice System. Littera Legis: Journal of Law, Society, and Justice, 1(2), 61–71.

Rishan, I., & Mochtar, Z. A. (2025). Relevansi Studi Politik Hukum Mahfud MD dalam Perkembangan dan Kontekstualisasinya Pasca Reformasi. Mimbar Hukum, 37(1). https://doi.org/10.22146/mh.v37i1.20145

Saldana, J. (2016). The Coding Manual for Qualitative Researchers, 3rd ed. SAGE Publications. https://doi.org/10.4135/9781036235611

Siegel, L. J., & Senna, J. J. (1981). Juvenile Delinquency: Theory, Practice and Law. Juvenile and Family Court Journal, 32(4). https://doi.org/10.1111/j.1755-6988.1981.tb01255.x

Slobogin, C. (2023). Preventive Justice. In The Oxford Handbook of Psychology and Law. https://doi.org/10.1093/oxfordhb/9780197649138.013.3

Smushkin, A. B. (2019). Principles of Criminology. Actual Problems of Russian Law, 5. https://doi.org/10.17803/1994-1471.2019.102.5.159-168

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

United Nation. (2020). Handbook on restorative justice programmes. Criminal Justice Handbook Series.

Wiguna, T. M., & Yuspin, W. (2022). Globalization of National Culture and the Legal System: A Comparative Perspective of the Indonesian Legal System and the British Common Law System. International Journal of Social Science Research and Review, 5(10). https://doi.org/10.47814/ijssrr.v5i10.592

Wijayanto, I., & Wulandari, C. (2024). Victim Participation in the Criminal Justice Process: A Comparative Study Between Indonesia and Russia. Negara Hukum: Membangun Hukum Untuk Keadilan Dan Kesejahteraan, 15(1). https://doi.org/10.22212/jnh.v15i1.4136

Zehr, H. (2002). The Little Book of Restorative Justice. Good Books.