Disparitas Penegakan Hukum dalam Perspektif Equality Before the Law: Analisis Fenomena "Tumpul ke Atas, Tajam ke Bawah" dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia

Main Article Content

Belmi Siallagan
MS Tumangor

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya disparitas penegakan hukum yang memunculkan fenomena “tumpul ke atas, tajam ke bawah” sehingga melemahkan implementasi asas equality before the law dalam sistem peradilan pidana Indonesia. Penelitian bertujuan menganalisis kesenjangan antara norma konstitusional dan praktik penegakan hukum, mengidentifikasi indikator serta faktor penyebab disparitas, sekaligus merumuskan strategi pembaruan hukum. Metode yang digunakan ialah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, kasus, dan perbandingan yang diperkaya perspektif socio-legal melalui analisis kualitatif terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan studi kasus. Penelitian menunjukkan enam indikator disparitas, yaitu perbedaan perlakuan berdasarkan status sosial, disparitas pemidanaan, inkonsistensi diskresi aparat, fenomena No Viral, No Justice, menurunnya kepercayaan publik, dan belum terwujudnya keadilan substantif. Faktor penyebabnya meliputi kelemahan struktur hukum, substansi hukum, dan budaya hukum menurut Lawrence M. Friedman. Kebaruan penelitian menawarkan rekonstruksi integratif melalui pedoman pemidanaan komprehensif, unifikasi restorative justice, digitalisasi sistem peradilan, penguatan pengawasan, reformasi budaya hukum, serta perluasan akses bantuan hukum guna mewujudkan penegakan hukum yang adil, konsisten, transparan, akuntabel, berintegritas, dan berorientasi pada keadilan substantif.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Siallagan, B., & Tumangor, M. (2026). Disparitas Penegakan Hukum dalam Perspektif Equality Before the Law: Analisis Fenomena "Tumpul ke Atas, Tajam ke Bawah" dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia . Journal Evidence Of Law, 5(2), 783–797. https://doi.org/10.59066/jel.v5i2.2572
Section
Articles

References

Akbar, P. (2009). Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.

Dm, M. Y., Saragih, G. M., Setiawan, F., Sitompul, H. I., & Berson, H. (2025). ANALISIS FAKTOR PENGHAMBAT PENEGAKAN HUKUM PIDANA DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF TEORI LAWRENCE FRIEDMAN. JURNAL ILMIAH ADVOKASI, 13(2), 711–725. https://doi.org/10.36987/jiad.v13i2.6369

Esi Anindya Azzahra. (n.d.). Relevansi Keadilan dalam Hukum Positif: Telaah Positivisme dan Naturalismefound]. ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora, 2(4). https://doi.org/https://doi.org/10.59246/aladalah.v2i4

Flora, H. S., Thuong, M. T. H., & Erawati, R. D. (2023). The Orientation and Implications of New Criminal Code: An Analysis of Lawrence Friedman’s Legal System. Jurnal IUS Kajian Hukum Dan Keadilan, 11(1), 113–125. https://doi.org/10.29303/ius.v11i1.1169

Helmi, M. I. (2013). Penerapan Azas “Equality Before The Law” Dalam Sistem Peradilan Militer. Jurnal Cita Hukum, 1(2). https://doi.org/10.15408/jch.v1i2.2998

Indonesia, U.-U. D. N. R. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Dalam Satu Naskah. Jdih. Bapeten. Go. Id.

Jibril, M., Melodia Puji Inggarwati, I Wayan Bhayu Eka Pratama, Antonius Prabu Soeryo Legowo, & Mario Jon Jordi. (2023). Jurisprudence as a Source of Law in Indonesia: Lessons from the Common Law. Jurnal Jurisprudence, 130–146. https://doi.org/10.23917/jurisprudence.v13i1.1967

Karo, R. K. (2023). INTERPRETASI HAKIM DAN RASA KEADILAN MASYARAKAT. Jurnal Yudisial, 16(3), 310–324. https://doi.org/10.29123/jy.v16i3.652

Kurnia, T. S. (2019). “Peradilan Konstitusional” oleh Mahkamah Agung melalui Mekanisme Pengujian Konkret. Jurnal Konstitusi, 16(1), 61–82. https://doi.org/10.31078/jk1614

Liu, J. (2024). The Relationism Theory of Criminal Justice—A Paradigm Shift. Asian Journal of Criminology, 19(1), 1–25. https://doi.org/10.1007/s11417-024-09419-z

Lymperopoulou, K. (2024). Ethnic Inequalities in Sentencing: Evidence from the Crown Court in England and Wales. The British Journal of Criminology, 64(5), 1189–1210. https://doi.org/10.1093/bjc/azae005

Marzuki, I. (2024). The Rule of Law and the Principle of Equality Before the Law: Theory and Its Manifestation in Indonesia. Jurnal Idea Hukum, 10(1). https://doi.org/10.20884/1.jih.2024.10.1.495

Negara, T. A. S. (2023). Normative Legal Research in Indonesia: Its Originis and Approaches. Audito Comparative Law Journal (ACLJ), 4(1), 1–9. https://doi.org/10.22219/aclj.v4i1.24855

Purnama, Y. F. (2025). Implikasi Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pedoman Pemidanaan terhadap Penjatuhan Pidana Berdasarkan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Tipikor. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 1(3), 801–811. https://doi.org/10.63822/f08a9m16

Runturambi, A. J. S., Aswindo, M., & Meiyani, E. (2024). No Viral No Justice: A Criminological Review of Social Media-Based Law Enforcement from the Perspective of Progressive Law. Jurnal IUS Kajian Hukum Dan Keadilan, 12(1), 177–195. https://doi.org/10.29303/ius.v12i1.1361

Sabana, S., Situmeang, S. N., Khadijah, S., Damanik, S. A. P., Muhajir, S. A., Simbolon, R. G., & Samosir, K. (2025). Strategi Membangun Kembali Kepercayaan Publik terhadap Lembaga Penegak Hukum di Indonesia: Tinjauan Menuju Tahun 2025. QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia, 4(2), 1147–1158. https://doi.org/10.57235/qistina.v4i2.7152

Salomo Jitmau, Naim, S., & Muh Akhdharisa Sj. (2025). Implementation of the Principle of Equality Before the Law in the Dynamics of Indonesian Law. JUSTISI, 11(2), 441–455. https://doi.org/10.33506/js.v11i2.4088

Serafinil, M. (2024). TINJAUAN YURIDIS PERBANDINGAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PELAKU KEJAHATAN BERDASARKAN ASAS “EQUALITY BEFORE THE LAW.” Jurnal Jendela Hukum dan Keadilan, 10(1), 29–36. https://doi.org/10.32663/w6gh5c80

Setiadi, W. (2018). Korupsi Di Indonesia Penyebab, Hambatan, Solusi dan Regulasi. Jurnal Legislasi Indonesia, 15(3), 249–262. https://doi.org/10.54629/jli.v15i3.234

Topaz, C. M., Ning, S., Ciocanel, M.-V., & Bushway, S. (2023). Federal criminal sentencing: Race-based disparate impact and differential treatment in judicial districts. Humanities and Social Sciences Communications, 10(1), 366. https://doi.org/10.1057/s41599-023-01879-5

Tyler, T. R. (2003). Procedural Justice, Legitimacy, and the Effective Rule of Law. Crime and Justice, 30, 283–357. https://doi.org/10.1086/652233

Waliden, I. A. S., Maulida, S. F., & Rachmatulloh, M. A. (2022). Tinjauan Asas Equalty Before the Law terhadap Penegakan Hukum di Indonesia. Verfassung: Jurnal Hukum Tata Negara, 1(2), 123–142. https://doi.org/10.30762/vjhtn.v1i2.186

Wulandari, P. (2026). Normative Legal Research Methodology from the Experts’ Perspective: A Comparative Analysis of Concepts and Approaches. Archipel: Journal of Indonesian Interdisciplinary Studies, 1(6), 12–25. https://doi.org/10.65739/archipel.v1i6.34