Talak melalui Media Elektronik dalam Hukum Keluarga Islam: Studi Perbandingan Empat Negara

Main Article Content

Nisrina Rohmi Astuti
Sayehu Sayehu

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis keabsahan talak digital dalam hukum Islam serta membandingkan pengaturannya di Indonesia, Malaysia, Pakistan, dan Mesir. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perbandingan hukum (comparative legal approach). Data diperoleh melalui studi kepustakaan yang bersumber dari Al-Qur’an, hadis, kitab fikih, peraturan perundang-undangan, serta artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keabsahan talak digital dalam fikih kontemporer masih menjadi perdebatan. Sebagian ulama menganggap talak digital sah apabila memenuhi syarat dan rukun talak, terutama adanya kejelasan lafaz, niat, dan bukti yang autentik, sedangkan sebagian lainnya menuntut verifikasi tambahan untuk mencegah penyalahgunaan teknologi. Penelitian ini juga menemukan bahwa negara-negara Muslim cenderung memperkuat peran negara dalam mengawasi perceraian melalui mekanisme pencatatan, verifikasi, dan digitalisasi layanan peradilan. Indonesia dan Malaysia mewajibkan pengesahan perceraian melalui lembaga peradilan, sedangkan Pakistan dan Mesir masih mengakui talak yang dijatuhkan suami dengan tetap mensyaratkan pengawasan negara. Dengan demikian, perkembangan talak digital menunjukkan adanya upaya harmonisasi antara prinsip-prinsip syariah, kepastian hukum, dan pemanfaatan teknologi dalam hukum keluarga Islam kontemporer

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Rohmi Astuti , N., & Sayehu, S. (2026). Talak melalui Media Elektronik dalam Hukum Keluarga Islam: Studi Perbandingan Empat Negara. Journal Evidence Of Law, 5(2), 940–954. https://doi.org/10.59066/jel.v5i2.2539
Section
Articles

References

Az-Zuhaili, W. (2006). Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. In Juz VII. Dar al-Fikr.

Dayan, F. (2025). Talak Via WhatsApp dalam Perspektif Mazhab Syafi’i dan Maliki: Studi Komparatif tentang Keabsahan dan Implikasinya. Posita: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 3(2).

Esposito, J. L. (2001). Women in Muslim Family Law. Syracuse University Press.

Fakhrezy Harahap, A., Pulungan, J., & Anisa, D. (2026). Keabsahan Talak Melalui Aplikasi Whatsapp dalam Perspektif Hukum Islam dan Kompilasi Hukum Islam. Komprehensif, 4(1), 693–700. Retrieved from https://ejournal.edutechjaya.com/index.php/komprehensif/article/view/2044

Hatem, Mervat F. (2003), Women and Family Law in Egypt: Reforming the Hanafi Tradition. Cairo: American University in Cairo Press.

Hidayah, A. (2024). Analysis of Divorce Law Through Electronic Media in the Perspective of Positive Law and Islamic Fiqh. Ijtihad: Jurnal Hukum Islam Dan Pranata Sosial, 40(2). https://journals.fasya.uinib.org/index.php/ijtihad/article/view/597

Hidayat, M. N., & Syafi’i, A. (2022). Implementasi E-Court dalam Mewujudkan Peradilan Modern di Lingkungan Peradilan Agama. Jurnal Hukum Dan Peradilan, 11(2).

Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 Tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam (1991).

Ita Musarrofa, Husnul Muttaqin, Ridha Amaliyah, (2024). The Problems of Islamic Family Law in the Digital Era and Its Relevance to Renewal of the Compilation of Islamic Law. (2024). Jurnal Hukum Islam, 22(1), 89-122. https://doi.org/10.28918/jhi_v22i1_4

Jumita Riska, Dea Nurul Ela Puteri Br Bangun, Ibnu Radwan Siddik Turnip, & Rahmat Efendi Rangkuti. (2026). Studi Perbandingan Reformasi Hukum Perceraian Di Negara Muslim: Mesir, Pakistan, Malaysia, Dan Indonesia. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(2), 1424–1436. https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.4492

Kamal, A. M. (2007). Fikih Sunnah Wanita. Pena Pundi Aksara.

Khan, T. (2020). Women's rights between modernity and tradition: ‘modernizing’ islam. In A. Ray, I. Banerjee-Dube (Eds.) Women's rights between modernity and tradition: ‘modernizing’ islam (pp. 37-60). SAGE Publications Pvt. Ltd, https://doi.org/10.4135/9789354791475.n3

Mahmood, T. (1987). Personal Law in Islamic Countries: History, Text and Comparative Analysis. Academy of Law and Religion. http://14.139.60.116:8080/jspui/bitstream/123456789/17247/1/054_Personal%20Law%20in%20Islamic%20Countires%20%281987%29%20%28577-579%29.pdf

Marzuki, P. M. (2021). Penelitian Hukum (Edisi Revi). Kencana.

Mughniyah, M. J. (2015). Fiqh Lima Mazhab. Lentera.

Munir, . M. (2013). Reforms in triple talaq in the personal laws of Muslim states and the Pakistani legal system: Continuity versus change. International Review of Law, 2013(1). Retrieved from https://journals.qu.edu.qa/index.php/IRL/article/view/1268

Nafi, K. F. N., Nisa', K., & Rohman, A. T. (2024). Digitalization in Islamic Family Law: an Opportunity or a Threat?. International Journal of Religion and Social Community, 2(2), 34–48. https://doi.org/10.30762/ijoresco.v2i2.3498

Salsabila, A.-Z. A. (2024). Kepastian Hukum dalam Proses Perceraian Talak di Hadapan dan Melalui Izin Mahkamah Negara Bagian dan Wilayah Persekutuan Malaysia. As-Syar I: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga , 6(2), 800–813. https://doi.org/10.47467/as.v6i2.2154

Ulfah, N. (2025). The Trend of Digitalization in Religious Courts: Solutions to Improve Access to Justice for Women in Divorce Cases. Khatulistiwa, 15(2). https://doi.org/10.24260/khatulistiwa.v15i2.3914

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan (1974).