Efektivitas Pelatihan Konselor Sebaya terhadap Peningkatan Kompetensi Konselor Sebaya pada Siswa SMK Negeri 1 Sewon
Main Article Content
Abstract
Permasalahan kesehatan mental pada remaja menjadi perhatian yang semakin meningkat, sementara akses terhadap layanan dukungan kesehatan mental di lingkungan sekolah masih terbatas. Konselor sebaya memiliki peran penting dalam memberikan dukungan psikologis awal kepada teman sebaya, namun peran tersebut memerlukan kompetensi yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelatihan konselor sebaya dalam meningkatkan kompetensi konselor sebaya pada peserta didik di SMK Negeri 1 Sewon. Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan rancangan pretest–posttest control group design. Sebanyak 50 peserta didik dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi (n = 25) dan kelompok kontrol (n = 25). Kelompok intervensi mengikuti pelatihan konselor sebaya yang disusun secara terstruktur, sedangkan kelompok kontrol tidak memperoleh pelatihan selama periode penelitian. Kompetensi konselor sebaya diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan instrumen yang mencakup aspek keterampilan komunikasi, empati, keterampilan membantu, pemecahan masalah, literasi kesehatan mental, etika konseling, dan kemampuan melakukan rujukan. Analisis data dilakukan menggunakan uji wilcoxon dan mann whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan konselor sebaya secara signifikan meningkatkan kompetensi konselor sebaya pada kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol (p < 0,05). Peningkatan kompetensi terlihat pada berbagai aspek yang diperlukan untuk memberikan dukungan psikologis awal kepada teman sebaya. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan konselor sebaya merupakan pendekatan yang efektif untuk meningkatkan kompetensi peserta didik sebagai konselor sebaya serta berpotensi mendukung penguatan layanan kesehatan mental berbasis sekolah.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Amini, A., Rami, A., Teng, R. W., Baselga-Garriga, C., Esmail, K., Raza, M., ... Potter, J. (2025). Peer-to-peer mental health training: A national model for peer support for medical and dental students. MedEdPORTAL, 21, Article 11537. https://doi.org/10.15766/mep_2374-8265.11537 DOI: https://doi.org/10.15766/mep_2374-8265.11537
Astiti. (2019). Efektivitas konseling sebaya (peer counseling) dalam menuntaskan masalah siswa. Indonesian Journal of Islamic Psychology, 1(2), 243–263. https://doi.org/10.18326/ijip.v1i2.243-263 DOI: https://doi.org/10.18326/ijip.v1i2.243-263
Baharudin. (2023). Studi literatur: Implementasi teori dan pendekatan konseling sebaya bagi siswa. JCOSE: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 5(1), 78–84. https://doi.org/10.24905/jcose.v5i1.113 DOI: https://doi.org/10.24905/jcose.v5i1.113
Desmita. (2005). Psikologi perkembangan. PT Remaja Rosdakarya.
Ghafari, M., Nadi, T., Bahadivand-Chegini, S., & Doosti-Irani, A. (2022). Global prevalence of unmet need for mental health care among adolescents: A systematic review and meta-analysis. Archives of Psychiatric Nursing, 36, 1–6. https://doi.org/10.1016/j.apnu.2021.10.008 DOI: https://doi.org/10.1016/j.apnu.2021.10.008
Haq, S. A., & Puspitosari, W. A. (2026). Efektivitas pelatihan konselor sebaya dalam meningkatkan keterampilan konseling masalah kesehatan mental pada mahasiswa. Holistik Jurnal Kesehatan, 20(1), 411–420. https://doi.org/10.33024/hjk.v20i1.2268 DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v20i1.2268
Ridha, A. A. (2019). Penerapan konselor sebaya dalam mengoptimalkan fungsi layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Jurnal Psikologi, 15(1), 25–34. DOI: https://doi.org/10.24014/jp.v15i1.6549
Salmiati, S., Hasbahuddin, H., & Bakhtiar, M. I. (2018). Pelatihan konselor sebaya sebagai strategi pemecahan masalah siswa. MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 36–41. DOI: https://doi.org/10.31100/matappa.v1i1.117
Santrock, J. W. (2002). Life-span development: Perkembangan masa hidup (Jilid 2). Erlangga.
Santrock, J. W. (2011). Life-span development (13th ed.). Erlangga.
Supriyadi. (2022). Panduan pembentukan, pembinaan, dan pelatihan konselor sebaya remaja. CPMH.
Susetyo, Y. F., Supriyadi, A., Setiyawati, D., & Hidayati, N. K. (2024). Development of a training module for adolescent peer counsellors based on a systematic literature review. Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 19(1), 67–74. https://doi.org/10.32734/psikologia.v19i1.14503 DOI: https://doi.org/10.32734/psikologia.v19i1.14503
Wahid, L. A. (2013). Konseling sebaya bagi remaja (Tinjauan teoretis dalam mengatasi problematika remaja perspektif bimbingan dan konseling). Al-Tazkiah, 2(1), 1–16.
World Health Organization. (2025). Mental health of adolescents. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/adolescent-mental-health