Legal Analysis of the Problem of Determining Criminal Responsibility Between Users and Distributors in Narcotics Crimes (Study at the North Sumatra Regional Police)
Main Article Content
Abstract
This study aims to analyze the legal issues of determining criminal responsibility between users and dealers in narcotics crimes and examine the factors that influence the classification of suspect status in investigative practices at the North Sumatra Regional Police. This issue is important because determining status as a user or dealer has direct implications for the application of criminal sanctions, both through rehabilitative and repressive approaches. The unclear boundaries between these two categories in law enforcement practices often lead to disparities in case handling and potentially ignore the principles of justice and legal certainty. This study uses a normative legal method supported by an empirical legal approach. Data were obtained through a literature review of laws and regulations, books, scientific journals, and interviews with investigators, legal practitioners, and academics. Primary legal materials include Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics, Law Number 8 of 1981 concerning the Criminal Procedure Code, and Law Number 1 of 2023 concerning the Criminal Code. Data analysis was conducted qualitatively by examining the alignment between legal norms and their implementation practices. The results show that determining criminal liability between users and dealers still faces various legal obstacles, including differing interpretations of the elements of "possession," "control," and "storage," limited evidence, and the suboptimal implementation of integrated assessments. Furthermore, non-legal factors such as economic pressure, the influence of illicit trafficking networks, community legal culture, and the integrity of law enforcement officers also influence investigation results. In practice at the North Sumatra Regional Police, drug users who should receive rehabilitation are still being processed as dealers. This study concludes that Indonesian positive law provides a normative basis for distinguishing drug users and dealers, but its implementation still requires more consistent guidelines, improved quality of evidence, strengthened inter-agency coordination, and optimization of the rehabilitative approach to achieve legal certainty, justice, and benefits in a balanced manner.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Book
Andi Hamzah. 2020. Asas-Asas Hukum Pidana Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
Barda Nawawi Arief. 2021. Masalah Penegakan Hukum dan Kebijakan Hukum Pidana dalam Penanggulangan Kejahatan. Jakarta: Kencana.
Bambang Poernomo. 2019. Asas-Asas Hukum Pidana. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Lamintang. 2018. Dasar-Dasar Hukum Pidana Indonesia. Bandung: Citra Aditya Bakti.
M. Yahya Harahap. 2021. Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP. Jakarta: Sinar Grafika.
Moeljatno. 2021. Asas-Asas Hukum Pidana. Jakarta: Bina Aksara.
Muladi dan Barda Nawawi Arief, Teori-teori dan Kebijakan Pidana, Bandung: Alumni, 2010.
Muladi. 2022. Teori-Teori Pemidanaan dan Kebijakan Pidana. Bandung: Alumni.
Romli Atmasasmita. 2020. Teori dan Kapita Selekta Kriminologi. Bandung: Refika Aditama.
Satjipto Rahardjo. 2014. Ilmu Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Soerjono Soekanto. 2020. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum. Jakarta: Rajawali Pers.
Sudarto. 2018. Hukum Pidana I. Semarang: Yayasan Sudarto.
Teguh Prasetyo. 2019. Hukum Pidana. Jakarta: Rajawali Pers. Grafika.
Journal / Scientific Proceedings
Fitri Rafianti. 2024. “Pembuktian dalam Proses Penegakan Hukum Pidana Modern.” Jurnal Ilmu Hukum, Vol. 9, No. 1.
Henry Aspan. 2023. “Kebijakan Hukum Pidana dalam Perspektif Negara Hukum.” Jurnal Hukum dan Pembangunan, Vol. 10, No. 2.
Ismaidar. 2023. “Problematika Penafsiran Unsur Delik dalam Tindak Pidana Narkotika.” Jurnal Yuridika Nusantara, Vol. 6, No. 2.
Mhd Azhali Siregar. 2023. “Penegakan Hukum Pidana dan Kebijakan Kriminal dalam Sistem Peradilan Indonesia.” Jurnal Hukum dan Keadilan, Vol. 8, No. 2.
T. Riza Zarzani. 2024. “Efektivitas Rehabilitasi terhadap Penyalahguna Narkotika dalam Sistem Peradilan Pidana.” Jurnal Legislasi dan Kebijakan Hukum, Vol. 7, No. 1.
Alfiana, S. A. 2024. “Pertanggungjawaban Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika dalam Perspektif Hukum Pidana Indonesia.” Review of Law and Governance, Vol. 6, No. 2.
Lubis, M. R. 2023. “Faktor Non-Yuridis dalam Penegakan Hukum Tindak Pidana Narkotika di Indonesia.” Jurnal Penelitian Hukum De Jure, Vol. 23, No. 2.
Nugroho, A. 2023. “Disparitas Pemidanaan terhadap Pelaku Penyalahgunaan Narkotika.” Jurnal Ilmu Hukum, Vol. 19, No. 1.
Rahman, D. F. 2023. “Implementasi Restorative Justice terhadap Penyalahguna Narkotika di Indonesia.” Jurnal Legislasi Nasional, Vol. 18, No. 2.
Santoso, M. A., dan Wibowo, R. 2022. “Criminal Liability in Narcotics Cases under Indonesian Law.” Jurnal Hukum Pidana dan Kriminologi, Vol. 12, No. 1.
Siregar, R. 2022. “Problematika Pembuktian dalam Tindak Pidana Narkotika.” Jurnal Hukum Samudra Keadilan, Vol. 17, No. 1.
Legislation
Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.
Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2010 tentang Penempatan Penyalahguna, Korban Penyalahguna, dan Pecandu Narkotika ke dalam Lembaga Rehabilitasi.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. Peraturan Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Diversi dalam Sistem Peradilan Pidana Anak.
Website
Badan Narkotika Nasional (BNN) Link akses: https://bnn.go.id
United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) Link akses: https://www.unodc.org
Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional (JDIHN. Link akses: https://jdihn.go.id
Database Peraturan BPK RI. Link akses: https://peraturan.bpk.go.id
Mahkamah Agung Republik Indonesia. Link akses: https://www.mahkamahagung.go.id
Kementerian Hukum Republik Indonesia. Link akses: https://www.kemenkum.go.id
Hukumonline. Link akses: https://www.hukumonline.com
Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan. Link akses: https://peraturan.go.id
Kepolisian Negara Republik Indonesia. Link akses: https://www.polri.go.id